Senin, 26 Oktober 2015

Termokimia



Eva Pebrianty Purnama (41615010061)
Fera Fitria (41615010052)

TERMOKIMIA
             Ialah cabang kimia yang berhubungan dengan hubungan timbal balik panas dengan reaksi kimia atau dengan perubahan keadaan fisika.Secara umum,termokimia ialah penerapan termodinamika untuk kimia.Termokimia digunakan memperikirakan perubahan energi yang terjadi dalam proses proses berikut:

  • Reaksi kimia
  • Perubahan fase
  • Pembentukan larutan 
             Sebagian besar ciri-ciri dalam termodinamika berkembang dari penerapan hukum I termodinamika,hukum ‘kekekalan’ energi,untuk fumgsi keadaan berikut ini.
§  Energi entalpi (U)
§  Entalpi (H)
§  Entropi (s)
§  Energi bebas gibbs (G)

TERMOKIMIA:

·       Hukum termodinamika
·       Reaksi eksotern dan endotrn
·       Sistem dan lingkungan
·       Entalpi reaksi
·       Kalorimeter
·       Hukum hess
·       Entalpi reaksi berdasarkan data perubahan
·       Energi ikatan


Energy entalpi
- Entalpi pembentukan standar
-Entalpi penguraian standar
-Entalpi pembakaran standar
-Entalpi perlarutan standar

HUKUM TERMOKIMIA
           Asas kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan tetapi energi tidak apat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Jumlah energi yang dimiliki sistem dinyatakan dengan energi dalam (E). Jika sistem menyerap kalor,maka E>0 sedangkan jika sistem membebaskan kalor,E>0. Hubungan antara energi dalam.kalor dan keda dirumuskan dalam hukum termodinamika.
 E=q+w

Keterangan:
 E=perubahan energi dalam
 q=jumlah kalor yang diserap atau dilepas sistem
 q=+ jika sistem menyerap/menerima kalor
 q=-jumlah sistem melepaskan kalor
 w=jumlah kalor yang diterima/dilakukan sistem
 w=+ jika sistem menerima kerja
 w=- jika sistem melakukan kerja

Sistem dan lingkungan
Sistem adalah sejumlah zat atau campuran yang di pelajari sifat-sifat dan perilakunya ( bagian dari alam yang sedang jadi pusat perhatian). Interaksi antara sistem dan lingkungan dapat berupa pertukaran materi dan energi. Reaksi eksotern dan endotrn

REAKSI EKSOTERN:
ü Energi panas/kalor pindah dari sistem kelingkungan.
ü Perubahan entalpi = H < 0
ü Reaksinya melepas dan umumnya berlangsung spontan.
      ü Terjadi penurunan entalpi.

REAKSI ENDOTRN:
-Energi panas/kalor pindah dari lingkungan ke sistem
-Perubahan entalpi = H > 0
-Reaksinya menyerap kalor dan umunya tidak   berlangsung spontan.
-Terjadi kenaikan entalpi.

Perubahan entalpi

Entalpi = H = kalor reaksi padatekanan tetap = Qp perubahan entalpi adalah perubahan energi yang menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap.

Pemutusan ikatan membutuhkan energi ( endotern )
       contoh: H2- 2H – a kj ; DH= +akJ

Pembentukan ikatan memberikan energi (eksotern)
       contoh: 2H- H2+a kj;DH =-a kj

HUKUM HESS
            Hukum ini diajukan oleh germain hess,menyatakan bahwa entalphi realsi (H) hanya tergantung pada keadaan awal reaksi dan hasil reaksi dan tidak bergantung bpada jalannya reaksi. Jika suatu reaksi merupakn aljabar dari dua atau lebih reaksi,maka perubahan entalphi(H)atau kalor reaksinya juga merupakan penjumlahan aljabar dari(H) yang menyertai reaksi. Berdasarkan persamaan reaksi gas karbon diokssida dapat terbentuk melalui dua tahap,yang pertama pembentukan karbonmonoksida dari unsur-unsurnya dan dilanjutkan dengan oksidasi dan karbonmonoksida menjadi karbondioksida.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar